Syababfillah Berkunjung ke Panti Asuhan Media Kasih Banda Aceh
Komunitas Syababfillah (SF) telah melakukan kunjungan ke panti asuhan Media Kasih Banda Aceh pada Sabtu 06 september 2025. Dalam kunjungan ini, syababfillah tak hanya memberi bantuan sosial (Baksos) fisik berupa buku dan kitab saja, kami juga memberi edukasi tentang masa keemasan islam (The Golden Age Of Islam). Masa dimana Islam memimpin dunia dari segala segi baik itu ilmu pengetahuan (Science), militer, pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya. Masa dimana orang-orang dari seluruh penjuru dunia datang ke pusat peradaban Islam untuk menuntut ilmu, masa Dimana Ibnu Sina (Avicenna) membuat banyak kemajuan didunia kedokteran, Jabir Ibn Hayyan di ilmu kimia dengan kitabnya Al-Kimya, Abbas Ibn Firnas yang jauh sebelum Wright Brothers menciptakan pesawat terbang sudah mendahului dalam percobaan terbang di menara Cordoba, masa Dimana Al-khawarizmi menemukan metode perhitungan al-jabar (Al-Gebra) dan Algoritma (Algoritihm) yang digunakan sampai sekarang di device yang anda gunakan untuk membaca artikel ini.
Membangkitkan Kembali Spirit Golden Age of Islam
Materi ini perlu di tanamkan di benak anak-anak kaum Muslim khususnya anak-anak Aceh. Kami melihat banyak anak-anak berpotensi besar yang dijatuhkan mentalnya oleh masyakarat, sesuatu yang sangat disayangkan terjadi di tengah-tengah kaum Muslimin. Kami menanamkan nilai-nilai yang sangat penting bagi para anak-anak di panti : “Mimpilah setinggi-tingginya dengan mimpi yang jika kita matipun dalam mengejarnya, kita tak merasa malu, karena mimpi yang dikejar memang pantas mati untuknya”. Kami mempersiapkan mereka agar jika Ketika mereka hidup dimasyarakat dan sedang mengejar mimpinya kemudian ada orang yang berkata: “Untuk apa terlalu serius bekerja mengejar dunia? Memangnya ada di bawa ke kubur?” mereka tidak akan down dan meraka bisa menggunakan kata-kata itu untuk menjadi bahan bakar semangat mereka. Kami menanamkan bahwa untuk menguatkan agama ini diperlukan power dan harta maka jangan goyang oleh orang-orang beratribut agama yang malah menggunakan dalil agama untuk menjatuhkan. Kami memberi mereka pengertian dan arti sebenarnya dari dalil-dalil yang disalah artikan tersebut. Kami menceritakan tentang Ustman Ibn Affan dan Abdurrahman Ibn Auf, dua sahabat nabi SAW yang kaya raya dan memberi banyak manfaat kepada kaum Muslimin dan agama Islam. Seperti diceritakan, suatu hari setelah perang tabuk, kurma di kebun-kebun Masyarakat Madinah membusuk karena di tinggal perang, lalu Abdurrahman Ibn Auf dengan hartanya membeli seluruh kurma tersebut dan menyelamatkan perekonomian kaum Muslimin Madinah.
Rasulullah Saw bersabda:
المؤمن القوي خير و أحب إلى الله من المؤمن الضعيف, وفي كل خير
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Namun semua mukmin itu baik.” (HR. Muslim no. 2664)
Maksud dari kuat dalam hadist di atas, tak terbatas pada kuat otot, tetapi kuat iman, harta, pengaruh, mental, ilmu dan lain sebagainya.
Bayangkan hidup didunia dimana masyarakat dari berbagai kalangan hidup berdampingan dalam damai, tak ada kemiskinan, perang, dan kekacauan. Semua orang bersatu dalam damai, itulah yang akan terjadi jika semua cacat logika dan penyelewengan makna dalil-dalil agama ini di lawan.
Dengan mayoritas kaum Muslimin yang memiliki posisi-posisi strategis di masyarakat, maka bahkan genosida seperti yang terjadi di Palestina akan jauh lebih mudah diselesaikan dari pada jika mayoritas Muslim sibuk di warung kopi menjelekkan orang lain tanpa melakukan apapun.
Kami mungkin belum bisa memberi impact besar untuk saudara-saudara Muslim kita yang sedang tetindas diseluruh penjuru dunia, tetapi kunjungan ini serta materi yang kami berikan merupakan langkah awal yang kami ambil untuk memberi impact, dari yang kecil hingga suatu hari nanti dapat memberi impact yang besar – Aamiinn ya rab.
Foto bersama syababfillah dan pengurus panti.
Foto bersama anggota syababfillah setelah kegiatan.
Video Dokumentasi Kegiatan :
Oleh: Syababfillah Community